Zainudin Bekali Generasi Muda Tabalong dengan Pendidikan Politik dan Kepemiluan
|
Bawaslu Tabalong - Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Muhammad Zainudin, menjadi narasumber dalam kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong, Senin (15/6/2026), di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabalong.
Kegiatan yang mengusung tema "Pemuda Santun dalam Berpendapat dan Berpolitik" tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran politik generasi muda serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Zainudin menyampaikan materi bertajuk "Pemilih Muda, Cerdas dan Berintegritas". Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi melalui partisipasi politik yang aktif, kritis, dan berlandaskan nilai-nilai integritas.
"Pemilih muda bukan hanya memiliki jumlah yang besar dalam setiap pemilu, tetapi juga memiliki pengaruh yang besar terhadap masa depan demokrasi. Karena itu, generasi muda harus menjadi pemilih yang cerdas, mampu memilah informasi dengan baik, serta berani menjaga integritas dalam setiap pilihan politiknya," ujar Zainudin.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan ruang yang luas bagi masyarakat, khususnya pemuda, untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam kehidupan politik. Namun demikian, kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab, etika, serta kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun ujaran yang dapat memecah persatuan.
Zainudin juga mengajak para peserta untuk memahami pentingnya demokrasi sebagai sarana menyalurkan aspirasi secara santun dan konstruktif. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih pada saat pemilu berlangsung, tetapi juga turut berperan aktif dalam mengawal jalannya demokrasi melalui partisipasi dan pengawasan yang positif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Bekal pengetahuan yang diberikan dalam forum tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya pemilih muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi di masa mendatang. (Bawaslu-fdl)