Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Bawaslu Tabalong Bahas Sistem Multipartai, Perkuat Pemahaman Pengawasan Kepemiluan

.

MEMBANGUN - Melalui kegiatan Jumat Sehati Bawaslu Tabalong tidak hanya mendorong kebersamaan, tetapi juga membangun ruang pembelajaran internal untuk memperkuat kapasitas jajaran.

Bawaslu Tabalong - Kesibukan menjalankan tugas kelembagaan tidak menghalangi jajaran Bawaslu Kabupaten Tabalong untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan. Melalui kegiatan Jumat Sehati, jajaran Bawaslu Tabalong kembali memperkuat pemahaman kepemiluan melalui pembahasan sistem demokrasi multipartai, Jumat (16/10/2026).

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Jumat Sehati kali ini digelar secara hybrid. Sebagian jajaran mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, sementara lainnya mengikuti secara luring dari sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Bawaslu Kabupaten Tabalong.

Materi disampaikan oleh Achmad Fadillah, staf Bawaslu Kabupaten Tabalong pada Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, Data dan Informasi (SDMODD). Dalam pemaparannya, Fadil membahas sistem demokrasi multipartai, termasuk dinamika pembentukan partai politik dan kebutuhan sumber daya untuk membangun kepengurusan hingga tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan.

Pembahasan tersebut memberikan gambaran bahwa keberadaan partai politik dalam sistem demokrasi tidak terlepas dari aspek kelembagaan, persyaratan kepengurusan, serta regulasi yang mengaturnya. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut menjadi penting bagi jajaran Bawaslu, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang tetap berkomitmen terus menjalankan program Jumat Sehati di tengah kesibukan dan berbagai agenda kelembagaan.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang tetap meluangkan waktu untuk mengikuti Jumat Sehati di tengah kesibukan pekerjaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kita untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan pemahaman bersama dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan,” ujar Taberani.

Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar dan memperkuat kapasitas jajaran Bawaslu Kabupaten Tabalong, sehingga setiap personel memiliki bekal pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugasnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong, Agus Salim, turut memperkaya pembahasan dengan mengulas sejarah perkembangan partai politik. Perspektif historis tersebut melengkapi materi mengenai sistem multipartai, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai peran dan perkembangan partai politik dalam kehidupan demokrasi.

“Memahami partai politik tidak cukup hanya dari regulasi yang berlaku saat ini, tetapi juga perlu melihat sejarah perkembangannya. Dengan memahami latar belakang dan dinamika partai politik, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai sistem kepartaian di Indonesia,” ungkap Agus Salim.

Diskusi juga berkembang melalui masukan dari Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Muhammad Zainudin dan Andriyanto. Keduanya menekankan pentingnya jajaran sekretariat mempelajari regulasi, persyaratan kepengurusan, serta berbagai ketentuan yang berkaitan dengan partai politik, termasuk aspek teknis pengawasannya.

Pemahaman tersebut dinilai relevan sebagai bekal menghadapi tahapan awal Pemilu, yakni pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu. Pada tahapan ini, penguasaan terhadap regulasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bawaslu Kabupaten Tabalong tidak hanya mendorong kebersamaan, tetapi juga membangun ruang pembelajaran internal untuk memperkuat kapasitas jajaran. Dengan bertukar pengetahuan dan memperdalam pemahaman regulasi, jajaran Bawaslu diharapkan semakin siap menjalankan tugas pengawasan secara profesional ketika tahapan Pemilu kembali bergulir. (Bawaslu-fdl)