Dari Kisah Syamsudin Noor, Bawaslu Tabalong Refleksikan Makna Pahlawan Demokrasi
|
Bawaslu Tabalong - Setiap zaman memiliki pahlawannya sendiri. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan bangsa dan negara, maka dimasa kini menjaga nilai-nilai demokrasi juga menjadi bagian dari pengabdian. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Sehati yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Tabalong, Jumat (11/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong dari Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data Informasi, Pendidikan dan Pelatihan, Taupikurahman, bertindak sebagai narasumber. Ia membawakan materi mengenai sejarah hidup Syamsudin Noor, sosok yang dikenang sebagai pahlawan atau kusuma bangsa sekaligus perintis penerbangan AURI yang gugur dalam tugas.
Taupikurahman menjadikan kisah tersebut sebagai pintu masuk untuk mengajak jajaran Bawaslu memaknai kembali arti pengabdian kepada negara. Menurutnya, perjuangan untuk bangsa tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama, namun setiap orang yang menjalankan tugas untuk kepentingan negara pada dasarnya memiliki bagian dalam perjuangan tersebut.
Orang yang akrab disapa Upik itu menyampaikan bahwa pengawas pemilu juga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi. Karena itu, pengawas pemilu dapat dimaknai sebagai bagian dari “pahlawan demokrasi” yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai yang harus dijaga.
“Setiap orang yang bertugas untuk negara sejatinya adalah pahlawan, termasuk pengawas pemilu yang dapat disebut sebagai pahlawan demokrasi. Karena itu, dalam menjalankan tugas sehari-hari hendaknya kita selalu bertindak secara terhormat dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas sebagai Pengawas Pemilu,” ujar Taupikurahman.
Selanjutnya ia juga menekankan, integritas bukan hanya sesuatu yang ditunjukkan ketika berada dalam momentum tahapan pemilu. Nilai tersebut perlu tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai bagian dari kelembagaan Bawaslu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, mengapresiasi keterlibatan staf sekretariat sebagai narasumber dalam kegiatan Jumat Sehati. Menurutnya, jajaran sekretariat memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya dalam kemampuan berbicara di depan umum.
“Sebenarnya staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong ini memiliki potensi, terutama dalam hal public speaking. Hanya saja mungkin masih banyak yang malu-malu untuk berbicara di depan umum. Karena itu, kesempatan seperti Jumat Sehati ini bagus untuk melatih keberanian sekaligus memberikan ruang bagi staf untuk berbagi pengetahuan,” kata Taberani.
Bagi Taberani, Jumat Sehati tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan pesan atau pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jajaran Bawaslu untuk saling belajar dan mengembangkan kapasitas. Pergantian narasumber dari kalangan staf menjadi salah satu cara untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.
Kegiatan pun berlangsung dalam suasana santai dan reflektif. Dari kisah seorang perintis penerbangan AURI yang gugur dalam tugas, jajaran Bawaslu Tabalong diajak melihat kembali makna pengabdian dalam konteks pekerjaan masing-masing termasuk menjaga integritas sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi. (Bawaslu-fdl)