P2P 2026 Resmi Dimulai, Bawaslu se-Kalsel Siapkan Kader Pengawas Partisipatif
|
Tabalong — Upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu terus dilakukan Bawaslu melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Sebagai bagian dari program tersebut, Bawaslu Kabupaten Tabalong mengikuti kegiatan Kick Off P2P Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong bersama jajaran sekretariat. Kick Off P2P Tahun 2026 mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” sebagai upaya menciptakan dan mengembangkan kader pengawas partisipatif dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Pada kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, turut berhadir secara daring dan secara resmi membuka rangkaian Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya saat membuka Kick Off P2P Kalimantan Selatan, Lolly Suhenty menekankan pentingnya membangun kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen demokrasi di tengah masyarakat.
"Melalui P2P, kita ingin melahirkan masyarakat yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk turut mengawalnya" ungkapnya
Sejalan dengan hal tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong Taberani, mendukung statement Anggota Bawaslu RI tersebut. Menurutnya, Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu strategi penting untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
“Pengawasan partisipatif merupakan kekuatan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui P2P, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya proses pemilu,” ujarnya.
Perlu diketahui, pelaksanaan Kick Off P2P tahun ini diawali oleh Bawaslu Kabupaten Tanah Laut sebagai penyelenggara pertama kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif di Kalimantan Selatan. Melalui program tersebut, Bawaslu mendorong lahirnya kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman kepemiluan dan mampu berperan aktif dalam pengawasan demokrasi di lingkungan masing-masing. (Bawaslu - fdl)