Lompat ke isi utama

Berita

Andriyanto Dorong Peran Aktif Perempuan Wujudkan Demokrasi yang Berintegritas

.

NARASUMBER - Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong saat menjadi narasumber pada kegiatan Penyuluhan Politik bagi Perempuan di Gedung Sarabakawa, Kamis (25/6/2026)

Bawaslu Tabalong - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabalong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pendidikan politik masyarakat dengan memenuhi undangan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong sebagai narasumber pada kegiatan Penyuluhan Politik bagi Perempuan bertema "Perempuan Berpolitik dengan Etika dan Moralitas" yang dilaksanakan di Gedung Sarabakawa, Kamis (25/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong Andriyanto, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kuota keterwakilan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan nilai-nilai etika, moralitas, serta kepentingan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Ia menjelaskan bahwa perempuan merupakan pendidik pertama dalam keluarga yang berperan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap bangsa. Oleh karena itu, partisipasi perempuan dalam politik perlu terus didorong agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi, baik melalui partai politik, penyelenggaraan pemilu, maupun pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Disisi lain, Andriyanto juga memaparkan bahwa regulasi kepemiluan telah memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik. Ketentuan mengenai keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam daftar bakal calon merupakan bentuk afirmasi guna meningkatkan peran perempuan dalam lembaga perwakilan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam dunia politik, mulai dari budaya patriarki, keterbatasan kesempatan, hingga maraknya hoaks dan disinformasi. Karena itu, diperlukan keberanian, kapasitas, serta komitmen bersama untuk menciptakan ruang politik yang lebih inklusif, adil, dan bebas dari diskriminasi.

"Demokrasi yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa keterlibatan perempuan. Kehadiran perempuan dalam politik bukan sekadar memenuhi angka keterwakilan, tetapi membawa perspektif, integritas, dan kepedulian dalam setiap proses demokrasi. Mari bersama membangun budaya politik yang beretika, bermoral, dan berpihak pada kepentingan masyarakat," ujar Andriyanto.

Diakhir penyampaiannya, Andriyanto menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tabalong akan terus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk kaum perempuan, dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga demokrasi yang jujur, adil, serta berintegritas di Kabupaten Tabalong. (Bawaslu-fdl)

.

 

.

 

.