Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi demokrasi, Bawaslu Tabalong Bersama PMII Bahas Pemilih Baru hingga Politik Uang

konsolidasi demokrasi

Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong memimpin kegiatan konsolidasi demokrasi bersama PMII Kabupaten Tabalong

Tabalong — Bawaslu Kabupaten Tabalong melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama organisasi kepemudaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tabalong di Aula Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong. Minggu (12/4/2026).

Kegiatan tersebut diha

diri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Andriyanto, serta diikuti oleh kader PMII sebagai bagian dari upaya penguatan partisipasi pemuda dalam demokrasi.

Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, menyampaikan pentingnya peran pemilih baru dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Taberani juga menekankan bahwa pemilih pemula harus memiliki pemahaman yang baik terkait hak dan kewajiban dalam pemilu agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik-praktik yang merusak integritas demokrasi.

“Pemilih baru memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi. Oleh karena itu, penting untuk dibekali pemahaman yang baik agar tidak terjebak dalam praktik politik uang,” ujar Ketua Bawaslu atau yang akrab disapa Guru Taberani itu.

Lebih lanjut, Taberani juga memaparkan strategi Bawaslu dalam mencegah dan menghapus praktik politik uang (money politic) melalui pendekatan pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan pengawasan partisipatif.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Andriyanto, menjelaskan berbagai kerja-kerja Bawaslu pada masa non tahapan pemilu yang tetap berjalan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa Bawaslu tetap aktif melakukan pengawasan melalui kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta pengawasan pemutakhiran data partai politik.
Selain itu, Andriyanto juga menekankan pentingnya membangun pendidikan pengawas partisipatif sebagai upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.

“Kami terus mendorong pengawasan partisipatif, khususnya dari kalangan pemuda, agar demokrasi tidak hanya dijaga oleh penyelenggara, tetapi juga oleh masyarakat itu sendiri,” jelasnya

Kegiatan konsolidasi demokrasi ini berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Salah satu peserta dari PMII Kabupaten Tabalong, Roja Naura, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu.

“Kegiatan ini sangat bagus, terutama dalam menambah pengetahuan kami di bidang politik. Kami juga jadi mengetahui bahwa Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memiliki fungsi penindakan terhadap pelanggaran pemilu,” ungkap Roja Naura.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Tabalong berharap dapat meningkatkan kesadaran politik serta partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. (Bawaslu-fdl)

konsolidasi demokrasi

 

konsolidasi demokrasi