Kokohkan Demokrasi Bawaslu Tabalong Jadi Narasumber Pendidikan Politik bagi Seniman se-Kabupaten Tabalong
|
Tabalong — Upaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Tabalong, salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pendidikan politik yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong dengan melibatkan para seniman dan komunitas seni se-Kabupaten Tabalong di Gedung Pusat Informasi, Tanjung, Senin (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Mengokohkan Demokrasi di Masa Non Tahapan”.
Dalam pemaparannya, Taberani menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai saat pelaksanaan pemilu, tetapi juga perlu dijaga melalui keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari. Ia menyebut, pendidikan demokrasi menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat, termasuk bagi generasi muda dan komunitas seni.
Selain membahas prinsip-prinsip demokrasi, Taberani juga memaparkan sejumlah fokus pengawasan Bawaslu di masa non tahapan, di antaranya pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB), pengawasan pemutakhiran data partai politik melalui Sipol, pendidikan pengawas partisipatif (P2P), hingga pelaksanaan konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk para seniman yang dinilai memiliki ruang kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi kepada publik.
“Seniman memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Melalui karya dan kreativitas, pesan demokrasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima,” ujar Taberani.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta terkait partisipasi masyarakat, pendidikan politik, hingga peran generasi muda dalam menjaga demokrasi di era digital.
Terakhir, Bawaslu Kabupaten Tabalong berharap sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat diharapkan dapat terus terjalin guna memperkuat budaya demokrasi yang partisipatif dan berintegritas. (Bawaslu - fdl)