Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati: Mengenang Sejarah, Menguatkan Nilai dan Wawasan Kebangsaan

SEJARAH - Melalui kegiatan Jumat Sehati yang dilaksanakan, bahwa sejarah bukan hanya untuk mengenang masa yang telah dilalui, tetapi juga untuk dipahami bersama dan dijadikan pelajaran dalam melangkah ke depan.

Bawaslu Tabalong - Jumat Sehati Bawaslu Kabupaten Tabalong kali ini terasa berbeda. Bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan seputar pekerjaan, jajaran Bawaslu diajak sejenak melihat kembali perjalanan sejarah bangsa melalui pembahasan mengenai Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan G30S/PKI, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti Ketua serta Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Kepala Sekretariat, serta jajaran sekretariat.

Materi disampaikan oleh Agus Budi Utomo, staf Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, Data, dan Informasi (SDMODD) Bawaslu Kabupaten Tabalong. Dalam penyampaian materinya, ia mengajak jajaran untuk kembali mengenang salah satu bagian sejarah bangsa yang menjadi catatan penting dalam perjalanan Indonesia.

"Mengingat kembali sejarah bukan sekadar mengetahui rangkaian peristiwa yang pernah terjadi. Pembahasan tersebut juga menjadi pengingat bagi jajaran pengawas pemilu mengenai pentingnya memahami perjalanan bangsa dan mengambil nilai pembelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu," ujar Agus Budi Utomo disela penyampaian materinya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, Taberani, mengapresiasi tema yang diangkat dalam Jumat Sehati kali ini. Menurutnya, jajaran sekretariat sesekali perlu mendapatkan ruang untuk kembali merefresh pengetahuan sejarah di tengah rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Materinya sangat positif. Kita memang perlu sesekali merefresh kembali pengetahuan tentang sejarah, bukan hanya untuk mengingat peristiwanya, tetapi juga mengambil pembelajaran dan nilai-nilai yang bisa kita terapkan dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas,” ujar Taberani disaat sesi diskusi.

Hal senada disampaikan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong, Agus Salim. Ia menilai pembahasan sejarah tersebut menjadi momentum yang tepat karena berdekatan dengan waktu untuk kembali mengenang salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia.

Agus Salim kemudian turut menambahkan sejumlah pengetahuan mengenai sejarah tersebut. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong itu mengingatkan bahwa sejarah sebaiknya tidak hanya diketahui secara sepintas, tetapi perlu dipelajari agar pemahaman yang terbentuk tidak berujung pada kebencian.

“Kita sering diingatkan dengan JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tetapi sejarah jangan hanya kita ketahui, harus kita pelajari. Karena kalau kita hanya mengetahui suatu peristiwa tanpa memahami latar belakang dan konteksnya, yang muncul bisa saja hanya kebencian. Dengan mempelajarinya, kita bisa memahami apa yang terjadi dan mengambil pelajaran dari sejarah tersebut,” kata Agus Salim.

Pembahasan kemudian berkembang menjadi diskusi ringan. Komisioner, Kepala Sekretariat, hingga jajaran sekretariat saling berbagi pengetahuan dan sudut pandang mengenai sejarah yang pernah dipelajari maupun diketahui masing-masing.

Suasana tersebut membuat Jumat Sehati tidak hanya berjalan satu arah. Materi yang disampaikan Agus Budi Utomo justru membuka ruang bagi peserta lain untuk ikut menambahkan pengetahuan, mengingat kembali informasi yang pernah dipelajari, sekaligus berdiskusi mengenai nilai-nilai kebangsaan yang dapat dipetik dari sejarah.

Dari sebuah ruang virtual Jumat pagi itu, jajaran Bawaslu Tabalong kembali diingatkan bahwa ada banyak hal yang bisa dipelajari dari masa lalu. Karena sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dipahami dan dijadikan pelajaran dalam melangkah ke depan. (Bawaslu-fdl)