Lompat ke isi utama

Berita

Dukung Riset Akademik, Bawaslu Tabalong Fasilitasi Wawancara Mahasiswa

.

Kunjungan mahasiswa dari UIN Antasari Banjarmasin dalam rangka pelaksanaan wawancara kebutuhan riset skripsi

Tabalong – Bawaslu Kabupaten Tabalong menerima kunjungan mahasiswa dari UIN Antasari Banjarmasin dalam rangka pelaksanaan wawancara sebagai bagian dari kebutuhan riset skripsi, Senin (13/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan izin riset yang diajukan oleh Fakhrur Raji mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara UIN Antasari Banjarmasin, guna memperoleh data dan informasi yang relevan dengan topik penelitian yang sedang disusun.

Bawaslu Kabupaten Tabalong memberikan izin serta memfasilitasi pelaksanaan wawancara sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan akademik, khususnya bagi mahasiswa yang tengah melakukan penelitian.

Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong bersama Kepala Sekretariat, Agus Salim, menyambut baik kehadiran mahasiswa tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai sebagai bagian dari sinergi antara lembaga dan dunia akademik dalam mendorong penguatan pengetahuan serta kajian terkait kepemiluan dan demokrasi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Muhammad Zainudin, menyampaikan bahwa Bawaslu pada prinsipnya mendukung berbagai bentuk kegiatan riset akademik yang dilakukan oleh mahasiswa.

“Bawaslu Kabupaten Tabalong mendukung segala bentuk riset akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepemiluan dan demokrasi. Kami berharap penelitian seperti ini dapat memberikan kontribusi positif, baik secara keilmuan maupun bagi penguatan sistem demokrasi,” ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa itu.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tabalong juga menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap kegiatan penelitian, selama tetap memperhatikan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Melalui dukungan riset akademik ini, Bawaslu Kabupaten Tabalong berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi penguatan sistem demokrasi, khususnya di tingkat daerah. (Bawaslu - fdl)

.

 

.