Di Tengah Kabut Asap, Apel Senin Bawaslu Tabalong Tetap Berjalan
|
Bawaslu Tabalong - Pemandangan berbeda terlihat dalam pelaksanaan Apel Senin pagi di lingkungan Bawaslu Kabupaten Tabalong. Jika biasanya jajaran berdiri dengan wajah terbuka di lapangan, kali ini hampir seluruh peserta mengenakan masker. Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Tabalong membuat perlindungan kesehatan menjadi bagian dari suasana apel pagi, Senin (21/9/2026).
Meski kondisi udara kurang bersahabat, pelaksanaan apel tetap berjalan dengan tertib dan khidmat. Seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tabalong tetap mengikuti rangkaian apel dengan masker terpasang, sembari menjalankan agenda rutin sebagai bagian dari kedisiplinan dan kesiapan sebelum memulai aktivitas kerja.
Bertindak sebagai Pembina Apel, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Andriyanto, menyampaikan apresiasi kepada jajaran sekretariat atas kerja yang telah dilakukan dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.
Dalam amanatnya, Andriyanto secara khusus mengapresiasi kerja sekretariat dalam menyiapkan data, memproses data hingga melakukan pengelolaan arsip hasil pengawasan. Menurutnya, pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses kerja dan hasil pengawasan Bawaslu dapat terdokumentasi dengan baik.
“Terima kasih kepada jajaran sekretariat atas kerja yang sudah dilakukan, terutama dalam mempersiapkan data, memproses data, sampai dengan pengelolaan arsip pengawasan. Ini merupakan bagian penting dalam mendukung tugas-tugas Bawaslu,” ujar Andriyanto.
Selain itu, Andriyanto mengingatkan jajaran untuk mulai mempersiapkan pelaksanaan rapat pleno pada Triwulan III Tahun 2026. Persiapan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar agenda kelembagaan dapat berjalan dengan baik.
Apel Senin kemudian ditutup dengan penyampaian arahan dan doa. Kabut asap yang masih menyelimuti lingkungan sekitar tidak menghalangi jajaran Bawaslu Kabupaten Tabalong untuk tetap menjalankan rutinitas kelembagaan.
Pagi itu, masker bukan hanya menjadi perlengkapan yang dikenakan hampir seluruh peserta apel, tetapi juga menjadi penanda bahwa aktivitas kerja tetap berjalan di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan. (Bawaslu-fdl)