Bawaslu Tabalong Ngobrol Santai Bareng Warga Haruai Bahas Pengawasan Pemilu
|
Tabalong — Bawaslu Kabupaten Tabalong melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan pendekatan berbeda, yakni melalui diskusi santai bersama masyarakat di Warung Pojok Santai, Desa Mahe Pasar, Kecamatan Haruai, Senin (4/5/2026).
Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Andriyanto bertindak sebagai pelaksana didampingi, jajaran sekretariat.
Berbeda dari forum formal, diskusi berlangsung ringan dan terbuka. Warga terlibat aktif menyampaikan pandangan sekaligus berdiskusi soal berbagai persoalan kepemiluan, baik yang telah berlangsung maupun ke depan.
Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya praktik politik uang, penyebaran informasi hoaks, hingga pentingnya penggunaan hak pilih secara bijak.
Andriyanto menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dalam mengawasi potensi pelanggaran di lapangan,” ujarnya.
Selanjutnya, Andriyanto juga menambahkan bahwa pendekatan langsung seperti ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih memahami peran mereka dalam pengawasan pemilu.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Nanik yang hadir mengaku kegiatan tersebut membantu masyarakat memahami isu kepemiluan secara lebih sederhana.
“Kami jadi lebih paham cara mengenali politik uang dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya. (Bawaslu Tabalong Ngobrol Santai Bareng Warga Haruai Bahas Pengawasan Pemilu
Tabalong, — Bawaslu Kabupaten Tabalong melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan pendekatan berbeda, yakni melalui diskusi santai bersama masyarakat di Warung Pojok Santai, Desa Mahe Pasar, Kecamatan Haruai, Senin (4/5/2026).
Anggota Bawaslu Kabupaten Tabalong, Andriyanto bertindak sebagai pelaksana didampingi, jajaran sekretariat.
Berbeda dari forum formal, diskusi berlangsung ringan dan terbuka. Warga terlibat aktif menyampaikan pandangan sekaligus berdiskusi soal berbagai persoalan kepemiluan, baik yang telah berlangsung maupun ke depan.
Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya praktik politik uang, penyebaran informasi hoaks, hingga pentingnya penggunaan hak pilih secara bijak.
Andriyanto menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dalam mengawasi potensi pelanggaran di lapangan,” ujarnya.
Selanjutnya, Andriyanto juga menambahkan bahwa pendekatan langsung seperti ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih memahami peran mereka dalam pengawasan pemilu.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Nanik yang hadir mengaku kegiatan tersebut membantu masyarakat memahami isu kepemiluan secara lebih sederhana.
“Kami jadi lebih paham cara mengenali politik uang dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya. (Bawaslu - fdl)